Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
WaniPedes

Keutamaan Ayat Kursi

 

Ayat kursi

Mengenai keutamaan ayat kursi banyak dikemukakan Shallallahu alaihi wa sallam. Salah satunya adalah hadits berikut ini:

"Al-Mahamiliy meriwayatkan dalam kitab 'Fawaid'-nya dari ibnu Mas'ud ia berkata: seseorang berkata: Wahai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ajarkanlah padaku sesuatu yang Allah memberi manfaat kepadaku dengannya, Rasulullah menjawab bacalah ayat kursi maka sesungguhnya ia menjagamu, menjaga keturunanmu dan menjaga rumahmu sampai rumah-rumah di sekitar rumahmu".

Selain itu terdapat pula hadits diriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab yang menjelaskan sebuah percakapan antara lain diriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab yang menjelaskan percakapan antara Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan sahabat-sahabatnya.

Ubay bin Ka'ab berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berkata bahwa Rasulullah pernah bertanya kepadanya:

"Hai Abu al-Munzir¹6 tahukah engkau, ayat manakah yang paling utama di antara sekian banyak ayat yang terdapat dalam Alquran yang ada padamu? Ubay bin Ka'ab menjawab: "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengulangi lagi pertanyaannya kepada sahabatnya dan Ubay pun menjawab: "Allah tidak ada Tuhan melainkan dia yang hidup kekal lagi terus mengurus (makhluk-Nya)."

Mendengar jawaban Ubay, Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam merasa senang sekali seraya bersabda:

"Demi Allah semoga engkau dengan ilmumu akan selalu mendapatkan kebahagiaan dan keharuman nama." (HR. Muslim)

Dalam hadits lain juga dijelaskan tentang keutamaan ayat kursi:

Bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam datang kepada mereka tentang sifat-sifat kaum muhajirin, lalu bertanyalah seseorang kepada beliau, surat apakah yang paling mulia di dalam Alquran? Lalu Nabi bersabda (Allahu lailaha illa huwalkhayyul qoyyum la takkhudzhuhu sinatau wa lanaum) sampai akhir ayat. (HR. Bukhari)

Bila dibandingkan dengan ayat-ayat lain, ayat kursi lebih agung karena di dalamnya terdapat sejumlah nama dan sifat Allah Ta'ala. Seperti yang dikatakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, Allah Ta'ala mempunyai 99 nama yang disebut al-Asma' al-Husna. Semuanya tercantum dalam Alquran, namun sebutan nama dan sifat-Nya yang disebutkan dalam 1 ayat hanya ada pada ayat kursi.

Dalam hadits lain diriwayatkan Abu Bakar bin Marwadawaih, dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:

"Barangsiapa yang sering membaca ayat kursi setiap melaksanakan salat fardhu, maka baginya kelak tak akan mendapatkan rintangan bila masuk surga, kecuali maut."

Para ahli hadits menganggap hadits di atas dhaif (lemah), meski demikian, dapat menjadi dorongan untuk berbuat baik. Ibnu Katsir dalam kitabnya, Tafsir Alquran al-'Azim, mengatakan bahwa ayat kursi mengandung 10 kalimat yang tersimpul menjadi 1 dan dapat berfungsi jika dihayati dan direnungi oleh pembacanya.

Selain itu terdapat hadits lain terkait tentang ayat kursi. Dimana telah berkata Utsman bin al-Haitsam, yang mengisahkan Auf, dari Muhammad bin Sirin, dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu. Ia telah berkata:

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruhku menjaga zakat Ramadan (zakat fitrah). Seseorang mendatangiku, ia mencuri makanan. Aku pun menangkapnya, lalu kukatakan, "Sungguh akan kulaporkan kamu kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam." Kemudian perawi mengisahkan haditsnya. Pencuri itu berkata, "Jika engkau berbaring di tempat tidurmu, bacalah ayat kursi. Dengan demikian, penjaga dari Allah tidak akan meninggalkanmu dan syetan tidak akan mendekatimu hingga subuh. Dan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Dia jujur kepadamu, padahal dia adalah pembohong. Itulah syetan." (HR. Bukhari)

Dalam hadits lain juga diterangkan yaitu sebuah riwayat dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Apabila seseorang dari umatku membaca ayat kursi 12 kali, kemudian dia berwudhu dan mengerjakan shalat subuh, niscaya Allah akan menjaganya dari kejahatan syetan dan derajatnya sama dengan orang yang membaca seluruh Alquran sebanyak tiga kali, dan pada hari kiamat ia akan diberi mahkota dari cahaya yang menyinari semua penghuni dunia."

Dari Hasan bin Ali, ia berkata telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang artinya:

Barangsiapa yang membaca ayat kursi di setiap akhir shalat fardhu maka ia berada dalam perlindungan Allah sampai shalat berikutnya. (HR. at-Thabrani)

Abu Hurairah juga mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

"Di dalam surat al-Baqarah ada satu ayat yang menjadi yang menjadi kepala kepada semua ayat-ayat Alquran, tidak dibaca ayat itu di dalam rumah yang ada syetan di dalamnya melainkan ia keluar daripada rumah itu yaitu ayat kursi."

Hadits lain yang memaparkan tentang ayat kursi adalah berikut ini:

"Pada suatu hari Umar al-Khattab radhiyallahu'anhu keluar melihat orang-orang sedang duduk berkumpul, maka ia bertanya, "Siapakah di antara kamu yang dapat menerangkan ayat apakah yang terbesar dalam Alquran?" Ibn Mas'ud menjawab, "Anda telah mendapatkan orang yang mengetahuinya, saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Ayat terbesar dalam Alquran ialah (permulaan ayat kursi hingga akhir). (HR. Marduyah)

Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bermaksud:

"Bahwa ayat kursi ini ialah penghulu ayat-ayat Alquran dan barang siapa yang mengamalkannya maka akan terpeliharaah ia daripada bala bencana dan daripada gangguan syetan serta mendapat pahala yang besar." (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun hubungan antara ayat kursi dengan ayat sebelumnya, Allah Ta'ala menjelaskan situasi yang terjadi pada hari kiamat sebagai hari pembalasan. Dalam ayat kursi disebutkan pula tentang tiadanya syafaat yang akan diterima manusia kecuali orang-orang yang mendapatkan izin dari-Nya.

Pada ayat sesudahnya, Allah Ta'ala menegaskan perbedaan antara dua sikap mental yang saling bertentangan, yaitu sikap percaya kepada Allah Ta'ala sebagai sifat yang benar dan percaya terhadap thagut sebagai sifat yang tidak terpuji dan sesat.

Post a Comment for "Keutamaan Ayat Kursi "