WaniPedes

Pada Hari 'Arafah adalah Waktu Mujarab Agar Doa Diijabahi

 

Hari 'Arafah (tanggal 9 bulan Dzul Hijjah) termasuk hari yang mulia di sisi Allah Ta'ala. Dimana pada hari itu, seluruh kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Makkah untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Kemudian Allah mengurus para malaikat untuk turun ke bumi guna mendengarkan doa-doa para hamba-Nya yang berserah diri dengan penuh pengharapan dan keyakinan.

Oleh karena itu, barang siapa yang berdoa pada hari 'Arafah maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mengabulkan doa setiap hambanya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Sebaik-baiknya doa adalah doa pada hari 'Arafah. Dan sebaik-baiknya yang Aku (Muhammad) ucapkan serta para Nabi sebelumku adalah: Tiada Tuhan selain Allah Swt yang Maha Esa, Tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nya segala kerajaan, dan bagi-Nya segala puji. Dialah Allah Dzat Maha Kuasa atas segala sesuatu." (HR. at-Turmudzi)

Muhammad Abduh Tuasikal, dalam tulisannya berjudul Mustajabnya Doa pada Hari Arafah menjelaskan bahwa sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah. Maksudnya ialah, doa ini paling cepat diijabahi. Sehingga kita diperintahkan untuk konsen melakukan ibadah yang satu ini pada hari Arafah, apalagi untuk orang yang sedang wukuf di Arafah.

Dari Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat.Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?" (HR. Muslim)

Dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah." (HR. Tirmidzi)

Apakah keutamaan doa ini hanya khusus bagi yang wukuf di Arafah? Apakah berlaku juga keutamaan ini bagi orang yang tidak menunaikan ibadah haji?

Menurut Syaikh Sholih Al Munajjid, mustajabnya doa tersebut adalah umum, baik bagi yang berhaji maupun yang tidak berhaji karena keutamaan yang ada adalah keutamaan pada hari. Sedangkan yang berada di Arafah (yang sedang wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah), ia berarti menggabungkan antara keutamaan waktu dan tempat.

Tanda bahwasanya doa pada hari Arafah karena dilihat dari kemuliaan hari tersebut dapat kita lihat dari sebagian salaf yang membolehkan ta'rif. Ta'rif adalah berkumpul di masjid untuk berdoa dan dzikir pada hari Arafah. Yang melakukan seperti ini adalah sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Imam Ahmad masih membolehkannya walau beliau sendiri tidak melakukannya.

Post a Comment for "Pada Hari 'Arafah adalah Waktu Mujarab Agar Doa Diijabahi"